Sebelumnya aku mau berterima kasih kepada para pahlawan, para pejuang Indonesia, yang rela berjuang demi kata "Merdeka". Terima kasih Pahlawanku..
Hari itu, tak banyak yang kulakukan, hanya duduk di depan laptop dan melanglang buana di dunia maya.Dunia maya itu complete, segalanya ada. Kita bisa mendapatkan informasi,berita,data, apa pun itu,termasuk uang. Di dunia maya kita bisa bebas berinteraksi, melakukan apa saja. Kita bebas berbicara apa saja, mencari apa saja yang kita mau. Itulah yang ku sebut dengan "Kemerdekaan Maya".
Di hari itu aku hanya berkeliling di beberapa web saja,antara lain wikipedia,tirto.id,youtube.com,dan facebook. Sebenarnya itu masih terbilang sedikit dari beberapa web yang biasa ku buka setiap harinya. Bagiku, hari itu juga merupakan hari yang panjang, karena otakku diisi dengan puluhan artikel secara beruntun. Biasanya kuatur dengan skala waktu tertentu. Dan aku rasa itu sungguh memusingkan kepalaku. Iya, masih kerasa pusingnya. Hingga saat ini, saat dimana aku begadang, karena efek dari kopi yang harusnya tidak ku minum di jam-jam ngantuk.
Tadinya aku mau tidur akibat kelelahan main bola. Iya, main bola. Sebenarnya tidak terlalu menarik lagi kalau ku singgung tentang main bola di depan rumahku. Tapi ingin ku ceritakan tentang apa yang terjadi kemarin, karena topiknya adalah tentang "kemarin".
Kemarin seharusnya hari yang menarik bagiku, karena hari kebesaran bangsa Indonesia. Biasanya, di hari itu aku melihat parade dari kalangan pelajar,aktivis,budayawan yang melakukan pawai di biasa di adakan kotaku. Namun kali ini berbeda, karena aku sedang tidak berada di kotaku. Aku jauh dari situ. Aku di pulau seberang.
Aku mecoba online di laptopku,menunggu photo - photo terbaru dari kegiatan parade yang di adakan di kotaku. Namun, tak satupun masih yang upload. Andai saja yang membuat live streaming kegiatan parade tersebut, mungkin akan mengobati rasa rinduku.
Seiring dengan penantian tersebut, aku terpaksa melanglang buana ke website yang ku sebutkan diatas. Hingga efek pusing itu terjadi. Disaat aku menenagkan diri dengan lagu "anak jaman" yaitu " Big Sean - I Dont Fuck With You", seseorang memanggilku sambil mengetuk jendela kaca hitamku,yang berdebu, yang tak pernah ku bersihkan,mungkin sudah 2 tahun lamanya,dan berkata :
"Man.
"Man.
"Man.
Seperti biasa, aku selalu memastikan ketika seseorang itu memanggil, apakah itu terhadapku atau tidak. Rupanya betul. Dia memanggil namaku, hingga 5 kali,dan aku menghitung itu, sambil membuka jendelaku yang kotor itu..
"Ya, jawabku
Aku berjalan kedepan, menghampirinya.
Rupa nya dia yang memanggilku, pria tinggi - kurus, yang sering bermain dengan hp-nya. Namanya Berto.
"Di panggil orang itu" katanya, sambil dia memainkan hp-nya kembali.
"Ohh. ok - ok" kataku.
Rupanya aku dipanggil keluar, yang seseorang dari mereka menyuruhku untuk datang menghampiri.
Aku berjalan ke arah mereka tanpa menggunakan baju dan alas kaki. Karena menurutku itu dekat,paling -aling 20 langkah,dan bagiku itu tidak masalah. Rupanya mereka sedang mengadakan pungutan dana untuk membeli sebuah bola baru. Betul. Mereka merupakan teman bermainku. Mereka juga merupakan mahasiswa yang satu universitas denganku,dan bertempat tinggal disekitarku. Kebanyakan dari mereka juga merupakan satu suku denganku,hampir seluruhya sih. Hampir setiap hari kami berkumpul dan bermain bola di lapangan pasir yang berada di depan rumahku. Sebenarnya kost,tapi aku lebih senang kalau menyebutnya rumah.
Kalau dihitung-hitung jumlah kami yang sering bermain bola di depan rumah berkisar 20 an. Iya. Banyak bangetkan. Tapi kadang tidak semua main, karena kadang mereka ada kegiatan lain, atau tidak mood, atau lagi males, atau lagi PMS,banyaklah itu. hihi..
Kemarin kami bermain 3 sesi. Setiap satu sesi itu harus mencapai skor 3. Kemudian diulang lagi dari awal.
Kebetulan teamku menang 3 sesi berturut-turut dengan skor 3-2, 3-1, 3-2.
- Di sesi pertama.
Dengan pemain : 9 orang (Team ku) vs 8 orang. (Skor 3-2)
Teamku antara lain: Aku, bang Ambarita, Galingging, Hombing, Zimbe,Simanjuntak Jr, Tono, Sihotang, dan Berto.
Dan team lawan : Mong, Simbolon, Sipayung, Jacky, Simanjuntak, Sitinjak, Silalahi, dan Donggan.
Haha, pada sesi pertama lucu rasaku, soalnya kami selalu mendominasi permainan, padahal dari segi kekuatan menurutku, kami team lemah,karena pemainnya sudah yang tua-tua hihih.Tentu juga dengan pemain yang jumlahnya lebih, kami bisa memperdaya mereka dengan teriakan-teriakan kami yang agak lantang seakan menakut-nakuti mereka. Dan sebenarnya mereka tidak keberatan dengan kami kelebihan satu pemain.
Di menit awal, aku bermain di depan,karna itu posisi yang menurutku enak,hehe.Tetapi setiap kali ada penyerangan selalu saja bola tak kebagian denganku, karena team ku merupakan pemain yang bersifat individual.---
Aku terpaksa mundur, karena setiap kali ada penyerangan hampir semua pemain team ku berada di depan bekerja sama dan ingin membuat gol.
Di belakang aku bisa santai sejenak, karena jarang ada serangan dari team lawan. Di belakang ada aku dan Bang Ambarita. Kadang kami duduk jongkok karena jarang mendapat bola.
Sesekali kami kedatangan bola dan serangan namun sudah dihalau, tak lama. Sekian banyak peluang yang ada, akhirnya team kami mampu mencetak gol dan mencapai point ke 3 pertama.
- Sesi kedua,
Sesi kedua merupakan sesi yang tercepat menurutku. Mungkin tak sampai 25 menit. Karena pemain mereka "lemah". Sebenarnya dari awal permainan sudah tidak fair, karena ketimpangan pemain. Di sesi ini juga team lawan banyak yang emosi, sehingga mempermudah kami untuk meraih poin. Tak jarang ada yang keluar permainan karena ada yang baper, dan juga emosi karena kurang komunikasi antar player. Jacky merupakan player pertama yang mengeluarkan diri, karena dia kebawa emosi, menurutku.
Karena ketimpangan pemain, 9 orang vs 7 orang, maka kami mencapai point ke 3 untuk kedua kalinya.
- Sesi ketiga
Ada yang berbeda di sesi ketiga. Permainan sempat di hentikan karena ketimpangan pemain. Ada juga yang keluar karena sudah kebawa emosi, ada juga karena kelelahan. Tak berapa lama kemudian, jumlah pemain pun genap, seimbang. Kini 8 orang vs 8 orang. Dan ini sepertinya menarik, pikirku. Karena ada player baru, dengan nafas baru. Di team lawan, Bang Tanggang merupakan pemain baru, badannya besar, dia bermain di depan. Tak jarang kami ketemu. Di team kami juga ada pemain baru, Simanjuntak ke 3. Banyak juga simanjuntak ini. Hahaha
Di sesi ini, permainan seimbang. Serangan sering terjadi diantara dua lini kubu. Permainan ini menurutku merupakan permainan terlama dari semua sesi. Di tenga permainan kami sempat menela kekalaan dengan skor 2-0. Namun kami berhasil membalikkan point. Itu semua berkat kerja sama team kami, yang solid, walau bola kadang tak nampak karena senja telah dibunuh oleh gelapnya malam.
Berhubung bola sudah tidak nampak lagi, dan kami telah meraih point ke 3 secara berturut-turut, kami terpaksa menghentikan permainan. Setelah itu kami berkumpul di sebuah warung, dekat dengan rumahku. Disana kami menceritakan kembali permainan kami, kadang ada yang ketawa, karena menceritakan moment lucu, moment ketika seseorang jatuh, ketika bola tidak diibagi-bagi, ketika serangan yang amburadul, dan tentunya kami terbahak -bahak ketika mendengarkan cerita itu semua.Ketika keringat badan mulai kering, terpaksa aku harus balik ke rumah, untuk membasuh tubuhku. Aku membersihkan tubuhku, mulai membersihkan pasir yang menempel di area dadaku, dan tak jarang kudapati pasir di rambutku yang lebat dan panjang itu.
Sehabis mandi, aku kadang merebahkan badanku di kasurku yang sudah mengempis. Aku berbaring sambil memainkan hpku.
"Brak "
Aku meloncat tak menentu ke arah meja, tempat laptopku bernaung. Aku seakan kemasukan roh tertentu. Aku mengetik di keyboarku secara cepat. Aku segera mencari website streaming. Iya . Saat itu sedang ada acara pertandingan Bulu tangkis "Olimpiade",ganda campuran, dan sedang memperebutkan posisi 1. Dan salah satun diantaranya merupakan team Indonesia. Liliana Natsir dan Tantowi Ahmad. Owi/Butet.
Tak lama kemudia aku mendapat channel di youtube yang menampilkan live streaming, namun tidak bisa diakses karena itu hanya untuk penonton team dari Malaysia. Iya. Indonesia vs Malaysia.
Terpaksa aku harus kembali ke hompage google untuk mencari web yang menampilkan live streaming.
Get !!
Akhirnya, aku mendapat website yang menampilkan acara live streaming, vidio.com . Yahh !! kataku lemas bercampur semangat, karena aku sudah melewatkan 1 babak, tapi dimenangkan oleh team Indonesia, 21-12. Dan tak lama lagi akan dilanjutkan untuk babak ke 2. Aku memperbaiki tempat dudukku. Aku tak ingin melewatkan moment ini. Moment dimana Indonesia mendapatkan medali emas di Olimpiade. Tentunya medali emas yang pertama,di tahun 2016, yang diadakan di Rio, Brazil.
Kalo gak salah vidio.com merupakan website buatan Indonesia, yang bentuk website hampir sama dengan youtube, menampilkan video-video online, dan juga streaming. Dan itu merupakan anakan dari SCTV yang memperoleh penayangan untuk Olimpiade Rio, di Indonesia, bersama Indosiar, yang juga milik mereka.
Tubuhku lemas dan agak ngantuk menonton video live streaming tersebut, mungkin ini efek dari main bola ya, pikirku. Aku mencoba membuatkan kopi untukku, agar aku kuat menonton perjuangan anak Indonesia itu.
Semua bulu tanganku naik. Badanku merasakan getaran. Aku merinding, melihat perjuangan anak Indonesia itu. Akhirnya mereka mendapatkan medali emas. Dengan skor 21-14. Tepat di hari kemerdekaan Indonesia, yang ke 71. Mungkin itu merupakan kado terindah dari mereka bagi Indonesia tercintah. Dan tak lama kemuadian, Lagu Indonesia Raya dikumandangkan di Rio,Brazil setelah acara pembagian medali.
Namun, setelah itu semua. Penderitaankupun dimulai. Aku tak bisa tidur. Iya, aku Insomnia. Walau badanku lemas, aku tak bisa memjamkan mata. Aku hanya bisa merebahkan tubuhku. Kucoba untuk tidur dengan mematikan lampu,namun tak berhasil. Efek kafein membanjiri otakku. Pikirankupun memutar-mutar tak tentu. Sama kayak cerita di posting ini, mutar-mutar tak tentu. Tak ada alur, yang berarti. Hanya ketikan tangan, yang berusaha sok kuat untuk mengetik cerita ini, untuk mengisi kekosongan di saat aku Insomnia.
Iya. Aku jadi mengetik cerita ini, agar ada gunanya aku begadang. kayak kata si roma. Namun tak langsung ku posting saat dini hari tadi, karena belum semua kuceritakan tentang hari kemarin dan hari ini.
Oh ya, aku bisa tertidur karena, otakku sudah lemah dan mataku lemas, akibat memikirkan kembali apa yang terjadi.. Dan aku memposting ini disaat aku juga sudah lemas dan mau tidur siang lagi. Bye..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar