Redup Mekarnya Kehidupan
Rabu, 31 Agustus 2016
Ketenangan
..kalau kau membutuhkan ketenangan bernyanyi dan berdoalah ditempat hening dan lakukan juga itu ketika engkau hendak belajar dan hendak istirahat, sehingga hatimu tenang dan memperoleh kedamaian dalam ilmu dan dalam istirahatmu...katanya lembut.
Kamis, 25 Agustus 2016
"Kau udah janji kan, kita akan bersama selamanya" katanya terisak-isak sambil menahan tanganku, saat aku hendak pergi meninggalkannya.
"Aku mengalah kali ini demi kita berdua"
"Aku tak mau seperti yang kemaren-kemaren lagi, capek rasanya"
Saat ini aku tak tahu mau berkata apa. Aku terhenti di dekat pintu keluar kamarnya. Yang kurasakan, dia memegang tangan ku, keras rasanya. Sulit jika ingin dilepaskan, namun aku tak mau melakukan itu. Aku masih berfikir.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Tunggu Novelnya. haha
"Aku mengalah kali ini demi kita berdua"
"Aku tak mau seperti yang kemaren-kemaren lagi, capek rasanya"
Saat ini aku tak tahu mau berkata apa. Aku terhenti di dekat pintu keluar kamarnya. Yang kurasakan, dia memegang tangan ku, keras rasanya. Sulit jika ingin dilepaskan, namun aku tak mau melakukan itu. Aku masih berfikir.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Tunggu Novelnya. haha
Sisi sakit kehidupan
Sebenarnya sejak kecil aku sudah banyak melihat sisi sakit kehidupan dari beberapa orang yang pernah ada disekitarku. --- Adanya seorang anak kecil yang sebatang kara yang bekerja, berjuang melanjutkan hidup. Pemuda yang rela merantau ke tempat kami untuk "berjudi kehidupan",rela melakukan apa saja.-- Ah, sudahlah. Aku hanya berharap, Mudah-mudahan setia orang yang kujumpai diberkati selalu, diberikan rejeki yang berlimah, dan diberi kekuatan dan kesehatan. Dan satu yang harus kau ketahui, aku merindukan mereka yang memberiku tetang Pelajaran Hidup. Iya, aku merindukan kalian semua, Guru Kehidupanku. :)
Belajar
Ketemu pagi lagi :), saat ini pukul 1:21 am di laptop saya.
Di hari sebelumnya saya tidak melakukan aktiitas apa-apa, semua waktu terlewati begitu saja. Namun ada sesuatu yang kuingat, aku membantu seseorang, walupun itu hanya tindakan kecil. Aku senang.
Kemarin,setelah menulis tiga postingan berturut-turut, aku memutuskan untuk tidur. Memang pada saat itu, cahaya matahari sudah memasuki lubang ventilasi ruang kamarku. Dan itu pertanda pagi. Mau tidak mau aku harus mengistirahatkan tubuhku.
Aku bangun di siang hari, tepat pukul 01.25 pm. Aku mengingat betul jamnya, karena aku lama melihatnya pada layar hpku. Sebenarnya aku sudah menyusun "to do list" di otakku,sebelum aku tidur, tentang apa yang hendak kulakukan setelah aku bangun nantinya. Namun, semuanya batal. Tubuhku terasa berat. Dengan terpaksa aku membiarkan itu semua, dan akan kukerjakan keesokan harinya.
Yang kuingat persis tentang apa yang terjadi kemarin adalah aku membatalkan minatku untuk bermain bola di sore hari, seperti yang biasa kulakukan .Iya, karena saat itu aku enggak mau beraktivitas berat. Sehingga aku menggantikannya dengan menonton sebuah acara seminar/talkshow/kuliah umum tentang "lean startup" di youtube, yang pembicaranya adalah seorang wanita keturunan batak. Dalam pengenalannya dia seorang konsultan dan pernah bekerja di perusahaan ternama dunia, BlackBerry dan Microsoft, serta pernah bekerja menjadi team kemenangan Jokowi disaat pencalonan menjadi Presiden. Dia juga CEO, dan CO-Founder dari sebuah perusahaan.
Menurutku dia sangat menarik, tidak tahu kenapa. Mungkin karena dia bekerja sebagai business women kali ya. Disitu dia diundang menjadi speaker. Dalam video yang berdurasi sekitar satu jam lebih itu, saya banyak belajar tentang cara berbicaranya, tentang penggunaan kata-katanya ketika dia menjadi speaker, dan juga cara dia mengambil perhatian dari peserta, serta cara penyampaian materinya. Lumayan bagus menurutku, mungkin bisa diberi A+. Haha, dia keren banget. Ah sudahlah,aku jadi malu membicarakannya. Karna dia terlalu keren untuk dibicarakan.
Malam harinya, rasa bosan menghantuiku. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan di depan rumah, walaupun ujung-ujungnya aku duduk tak menentu,efek bosan berlalu-lalang. Karena merasa sendiri, aku pergi ke warung, yang dekat dengan rumah. Iya, yang pemiliknya orang batak itu. Disitu di warung itu, aku sedang belajar mendengarkan. Aku mendengarkan kisah-kisah masa muda dari beberapa orang yang sudah pernah bekerja di pedalaman. Di hutan. Sekarang seorang dari mereka tidak bekerja lagi, dia kena PHK dari sebuah perusahaan tambang ilegal,di provinsi sebelah. Dia banyak bercerita. Aku hanya mendengarkan saja. Dari pembicaraanya, dia menyalahkan kinerja pemerintah sekarang, dan juga memuji kinerja presiden sebelumnya. Katanya, jaman sekarang makin susah. Lebih enakan tahun-tahun sebelumnya. Disitu dia mengatakan pada tahun sebelumnya masih banyak kerjaan yang dapat menampung dan juga ekonomi masih bagus. Sekarang, semuanya hancur karena pemerintahan yang baru."Ekonomi hancur". Dia tampak kesal mengatakannya. Aku melihat itu dari wajahnya saat mengatakannya. Sebenarnya apa yang dia katakan, hampir semuanya kurang update. Karena dia tidak tahu posisi ekonomi sekarang. Ingin rasanya memotong pembicaraannya dan mengatakan yang sebenarnya. Namun aku mengurung niatku, dan mempersilahkan dia mengatakan semua keluhannya dan menceritakan tentang kisahnya dia. Namun di akhir waktu, tampaknya aku sulit untuk membicarakan yang sebenarnya, karena suasana sudah berubah. Mungkin hati dan pikirannya sudah ringan setelah mengatakan semuanya. Disitu banyak yang aku pelajari dari dia, dari penyampaian hatinya yang berupa nasehat, dari pemikirannya,dari kisah hidupnya, banyak. Aku hanya berharap, dia selalu melakukan yang terbaik di hidupnya,dan tetap semangat dalam menjalaninya. Di akhir ceritanya, aku mengetahi bahwa dia sudah mendapatkan pekerjaan baru, lebih banyak pendapatannya dari pekerjaan sebelumnya, "Syukurlah" pikirku. "Tetap berjuang bang, ingatlah anak dan istrimu, dikampung". :)
Di hari sebelumnya saya tidak melakukan aktiitas apa-apa, semua waktu terlewati begitu saja. Namun ada sesuatu yang kuingat, aku membantu seseorang, walupun itu hanya tindakan kecil. Aku senang.
Kemarin,setelah menulis tiga postingan berturut-turut, aku memutuskan untuk tidur. Memang pada saat itu, cahaya matahari sudah memasuki lubang ventilasi ruang kamarku. Dan itu pertanda pagi. Mau tidak mau aku harus mengistirahatkan tubuhku.
Aku bangun di siang hari, tepat pukul 01.25 pm. Aku mengingat betul jamnya, karena aku lama melihatnya pada layar hpku. Sebenarnya aku sudah menyusun "to do list" di otakku,sebelum aku tidur, tentang apa yang hendak kulakukan setelah aku bangun nantinya. Namun, semuanya batal. Tubuhku terasa berat. Dengan terpaksa aku membiarkan itu semua, dan akan kukerjakan keesokan harinya.
Yang kuingat persis tentang apa yang terjadi kemarin adalah aku membatalkan minatku untuk bermain bola di sore hari, seperti yang biasa kulakukan .Iya, karena saat itu aku enggak mau beraktivitas berat. Sehingga aku menggantikannya dengan menonton sebuah acara seminar/talkshow/kuliah umum tentang "lean startup" di youtube, yang pembicaranya adalah seorang wanita keturunan batak. Dalam pengenalannya dia seorang konsultan dan pernah bekerja di perusahaan ternama dunia, BlackBerry dan Microsoft, serta pernah bekerja menjadi team kemenangan Jokowi disaat pencalonan menjadi Presiden. Dia juga CEO, dan CO-Founder dari sebuah perusahaan.
Menurutku dia sangat menarik, tidak tahu kenapa. Mungkin karena dia bekerja sebagai business women kali ya. Disitu dia diundang menjadi speaker. Dalam video yang berdurasi sekitar satu jam lebih itu, saya banyak belajar tentang cara berbicaranya, tentang penggunaan kata-katanya ketika dia menjadi speaker, dan juga cara dia mengambil perhatian dari peserta, serta cara penyampaian materinya. Lumayan bagus menurutku, mungkin bisa diberi A+. Haha, dia keren banget. Ah sudahlah,aku jadi malu membicarakannya. Karna dia terlalu keren untuk dibicarakan.
Malam harinya, rasa bosan menghantuiku. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan di depan rumah, walaupun ujung-ujungnya aku duduk tak menentu,efek bosan berlalu-lalang. Karena merasa sendiri, aku pergi ke warung, yang dekat dengan rumah. Iya, yang pemiliknya orang batak itu. Disitu di warung itu, aku sedang belajar mendengarkan. Aku mendengarkan kisah-kisah masa muda dari beberapa orang yang sudah pernah bekerja di pedalaman. Di hutan. Sekarang seorang dari mereka tidak bekerja lagi, dia kena PHK dari sebuah perusahaan tambang ilegal,di provinsi sebelah. Dia banyak bercerita. Aku hanya mendengarkan saja. Dari pembicaraanya, dia menyalahkan kinerja pemerintah sekarang, dan juga memuji kinerja presiden sebelumnya. Katanya, jaman sekarang makin susah. Lebih enakan tahun-tahun sebelumnya. Disitu dia mengatakan pada tahun sebelumnya masih banyak kerjaan yang dapat menampung dan juga ekonomi masih bagus. Sekarang, semuanya hancur karena pemerintahan yang baru."Ekonomi hancur". Dia tampak kesal mengatakannya. Aku melihat itu dari wajahnya saat mengatakannya. Sebenarnya apa yang dia katakan, hampir semuanya kurang update. Karena dia tidak tahu posisi ekonomi sekarang. Ingin rasanya memotong pembicaraannya dan mengatakan yang sebenarnya. Namun aku mengurung niatku, dan mempersilahkan dia mengatakan semua keluhannya dan menceritakan tentang kisahnya dia. Namun di akhir waktu, tampaknya aku sulit untuk membicarakan yang sebenarnya, karena suasana sudah berubah. Mungkin hati dan pikirannya sudah ringan setelah mengatakan semuanya. Disitu banyak yang aku pelajari dari dia, dari penyampaian hatinya yang berupa nasehat, dari pemikirannya,dari kisah hidupnya, banyak. Aku hanya berharap, dia selalu melakukan yang terbaik di hidupnya,dan tetap semangat dalam menjalaninya. Di akhir ceritanya, aku mengetahi bahwa dia sudah mendapatkan pekerjaan baru, lebih banyak pendapatannya dari pekerjaan sebelumnya, "Syukurlah" pikirku. "Tetap berjuang bang, ingatlah anak dan istrimu, dikampung". :)
Rabu, 24 Agustus 2016
Best Seller
Last posting untuk hari ini, karena udah mau jam 05.00 pagi dan cukuplah 3 postingan pagi ini.
Tadi siang aku membaca artikel tentang "bahwa status best seller Indonesia belum bertaraf International". Kenapa? . Karena masih banyak buku-buku di Indonesia yang masih kurang berbobot namun sudah memiliki status Best Seller. Hanya karena melewati penjualan 10.000 biji, kalo gak salah. Dan juga banyak buku-buku yang terjual hanya karena penggunaan kata-kata mudah dicerna dan juga pemakaian kata-kata "gaul" kayak gue elo. Padahal masih banyak buku-buku bagus dan juga buku-buku motivasi.
Atau itu karena kurang pemasaran yah? pikirku saat ini. Hahaha.
Dalam meraih status best seller di luar negeri sangatlah sulit, karena harus melewati tahap-tahap yang telah ditentukan sebuah organisasi pemberi status "best seller" tersebut.
-----
Sebenarnya sangat mudah menjadi penulis "terkenal". Bisa saja kau menulis buku dan membeli buku karya mu sendiri hingga menembus angka yang ditentukan, seperti yang pernah dilakukan salah seorang penulis dulu. Jadi karya mu menjadi salah satu best seller,sehingga anda di kenal oleh banyak kalangan. Dan pastinya akan berpengaruh di karyamu yang selanjutnya. Dan mungkin saja kau mendapatkan banyak tawaran wawancara atau sebegai pembicara di media-media, yang mungkin bisa menutup modal awalmu.
Tapi bagiku ini hanya sebuah trik sampah,yang sulit untuk dipraktekkan. Haha.. Malu lah.. Lagian kata-kata "easy get,easy go" masih berlakulah....
Hahaha. Sudah, cukup segitu saja dulu dalam berbagi cerita-cerita kehidupan ini. Sampai ketemu di postingan selanjutnya. hihihi
Tadi siang aku membaca artikel tentang "bahwa status best seller Indonesia belum bertaraf International". Kenapa? . Karena masih banyak buku-buku di Indonesia yang masih kurang berbobot namun sudah memiliki status Best Seller. Hanya karena melewati penjualan 10.000 biji, kalo gak salah. Dan juga banyak buku-buku yang terjual hanya karena penggunaan kata-kata mudah dicerna dan juga pemakaian kata-kata "gaul" kayak gue elo. Padahal masih banyak buku-buku bagus dan juga buku-buku motivasi.
Atau itu karena kurang pemasaran yah? pikirku saat ini. Hahaha.
Dalam meraih status best seller di luar negeri sangatlah sulit, karena harus melewati tahap-tahap yang telah ditentukan sebuah organisasi pemberi status "best seller" tersebut.
-----
Sebenarnya sangat mudah menjadi penulis "terkenal". Bisa saja kau menulis buku dan membeli buku karya mu sendiri hingga menembus angka yang ditentukan, seperti yang pernah dilakukan salah seorang penulis dulu. Jadi karya mu menjadi salah satu best seller,sehingga anda di kenal oleh banyak kalangan. Dan pastinya akan berpengaruh di karyamu yang selanjutnya. Dan mungkin saja kau mendapatkan banyak tawaran wawancara atau sebegai pembicara di media-media, yang mungkin bisa menutup modal awalmu.
Tapi bagiku ini hanya sebuah trik sampah,yang sulit untuk dipraktekkan. Haha.. Malu lah.. Lagian kata-kata "easy get,easy go" masih berlakulah....
Hahaha. Sudah, cukup segitu saja dulu dalam berbagi cerita-cerita kehidupan ini. Sampai ketemu di postingan selanjutnya. hihihi
Blog
Lanjutan dari postingan yang sebelumnya, tapi beda topik. :)
Thank you sobat, aku berharap suatu saat nanti kau bisa menjadi penulis handal seperti ceritamu itu. Dan tetap semangat. Karena kau aku bisa melek dan menulis beberapa postingan di blogku ini. :)
Sebenarnya sebelum membuat postingan sebelumnya,tentang Raja dan Ratu,aku hendak mau tidur. Jadi aku mecoba membaringkan diriku agar bisa lemas dan hingga terlelap nantinya karena efek cahaya layar dari hpku. Biasanya sih aku bisa terlelap begitu saja, dan itu menjadi salah satu trik ampuhku. Jadi pertama-tama aku mencoba membuka sebuah aplikasi online, tentang postingan gambar, Instagram. Rencanya hanya melihat sekilas,atau yang "up date" saja. Namun tak lama kemudian, makin jauh, aku makin asyik dan kesasar di sebuah akun teman lamaku. Dia itu pernah satu SMP dan juga satu SMAku. Pernah juga satu kelas dengan dia waktu SMA. Sebenarnya aku tidak suka berlama-lama di sebuah akun, karena aku suka bosan kalau akunnya tidak menarik, dan juga saat itu mataku sudah mulai ngantuk.
Namun ada bagian yang membuat aku tertarik pada waktu itu. Terpampang sebuah alamat webiste blog di deskripsi akunnya. Dan itu membuat aku melek. Dan pastinya aku lansung menuju KTP, eh TKP dong.
Gak tahu kenapa, aku senang membaca blog pribadi, apalagi kalo penulisnya suka nyentrik dan juga wanita. Dari sekian blog yang sering kubaca, hanya sedikit yang berada dikalanganku. Artinya, hanya sedikit masih orang yang pernah kujumpai di dunia nyata mau menulis di blog. Dari teman sekolahku waktu SMA saja masih 4 orang. Atau mungkin saja aku masih belum mendapatkan alamat blognya mereka. Ahh.. sudahlah...
Mudah - mudahan mereka mau menulis dan berbagi cerita tentang hidup,serta mau berbagi cita-cita dan harapan, seperti temanku yang satu ini.
Thank you sobat, aku berharap suatu saat nanti kau bisa menjadi penulis handal seperti ceritamu itu. Dan tetap semangat. Karena kau aku bisa melek dan menulis beberapa postingan di blogku ini. :)
Raja dan Ratu
Pagi hari, tepat pukul 3:46.
Sebenarnya mataku sudah mulai lelah karena telah melewati aktivitas yang banyak. Tapi hingga saat ini belum bisa tertutup rapat, tidak tahu kenapa. Padahal jam 10 malam tadi aku masih saja santai bermain catur sambil menyeruput kopi dengan gagahnya. Itu efek kopi atau karna efek kemenanganku yang dalam waktu 1 menit, aku bisa memenangkan pertandingan catur. Saat itu aku hanya memerlukan beberapa langkah untuk mengalahkan Raja dan membuat Ratu tidak berkutik disampingnya. Sementara para petinggiku duduk santai diposisinya masing-masing dan hanya dua pionku yang keluar dari posisinya. Sebenarnya itu trik lama dalam permainan catur.Banyak yang tahu tentang cara memenangkan permainan catur dalam sekejab. Kalau anda minat dengan catur, anda pasti tahu trik yang satu ini. Awalnya aku mengira lawanku mengetahui trik ini, tapi dia masuk ke dalam tipu dayaku, dengan bantuan siul-siulku.Haha,lucu rasanya mengingat kejadian yang tadi. "Sekejab bah" katanya keheranan. Aku tertawa geli. "Ahh, yang masih main-mainya kau" kataku sambil memperbaikin posisi para prajuritku.
Di pertandingan kedua juga agak seru. Membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pertandingan ini. Dia sudah mulai bermain hati-hati. Dia melindungi setiap prajuritnya. Dia tidak mau kehilangan langkah, walaupun hingga akhirnya dia mengalah karena para petingginya hilang satu per satu.
Sebenarnya dia bisa memenangkan pertandingan kedua ini, namun dia diganggu oleh suara orang ketiga yang selalu memberi nasihat serangan terbaik. Dia tidak percaya dengan serangan yang sudah dibuatnya. Hingga dia kewalahan karena dia tidak memiliki serangan jitu dan juga serangan beruntun. Permainan catur hampir sama dalam permainan dalam merebut kekuasaan, atau dalam permainan kerajaan. Kita bisa membunuh atau menghilangkan para petingginya secara beruntun atau menghilangkannya satu-satu hingga kita menguasai permainan dan juga menguasai lawan.
Saat SMA aku sering bermain catur,baik online maupun offline. Kalau main offline, aku bermain di kelas, yang notabene teman temanku juga suka bermain catur. Hingga suatu saat kami ketahuan mengambil kembali catur yang sudah diamankan oleh guru BP/Konseling/Keamanan kami, karena mengisi jam kosong dengan main catur. Sebenarnya gak apa-apa sih bermain catur ketika jadwal kosong. Kan, itu juga mengasah otak, masa otak hanya diisi dengan teori dan rumus-rumus belaka, pikirku saat itu. Kalau online aku sering bermain di website yang banyak peminatnya. Pernah juga bermain di aplikasi Facebook.
Dulu pernah aku menonton film tentang sebuah robot bermain catur bersama perancangnya sendiri. Yang dimana robotnya diajari bermain catur hingga bisa mengalahkan perancangnya sendiri, yang master Catur. Dan juga pernah melihat video tentang bermain catur yang matanya ditutup. Iya, ditutup. Jadi lawannya mengucapkan pergerakan yang dilakukannya. Contohnya. C1,D2,etc. Wah, gak kebayang tuh gimana imajinasinya, dan juga gimana dia mengingat semua letak bidak yang di tempatkan dan juga bidak para prajurit lawannya. Hebat sekali pikirku Sebenarnya enak bermain catur, itu bisa mempertajam kecerdasan kita, itu bisa membantu kita dalam membuat strategi matang. Bisa mempertajam analisa kita dan juga mengembangkan kinerja otak kita. Tidak tahu kenapa, kadang aku merasa pusing ketika habis bermain catur. Kadang juga ketika aku bermain catur aku memposisikan diriku sebagai Raja dan memposisikan dirimu sebagai Ratunya. Hahaha.
Langganan:
Postingan (Atom)