Rabu, 31 Agustus 2016

Ketenangan

..kalau kau membutuhkan ketenangan bernyanyi dan berdoalah ditempat hening  dan lakukan juga itu ketika engkau hendak belajar dan hendak istirahat, sehingga hatimu tenang dan memperoleh kedamaian dalam ilmu dan dalam istirahatmu...katanya lembut.

Kamis, 25 Agustus 2016

"Kau udah janji kan, kita akan bersama selamanya" katanya terisak-isak sambil menahan tanganku, saat aku hendak pergi meninggalkannya.

"Aku mengalah kali ini demi kita berdua"

"Aku tak mau seperti yang kemaren-kemaren lagi, capek rasanya"


Saat ini aku tak tahu mau berkata apa. Aku terhenti di dekat pintu keluar kamarnya. Yang kurasakan, dia memegang tangan ku, keras rasanya. Sulit jika ingin dilepaskan, namun aku tak mau melakukan itu. Aku masih berfikir.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Tunggu Novelnya. haha

Sisi sakit kehidupan

Sebenarnya sejak kecil aku sudah banyak melihat sisi sakit kehidupan dari beberapa orang yang pernah ada disekitarku. --- Adanya seorang anak kecil yang sebatang kara yang bekerja, berjuang melanjutkan hidup. Pemuda yang rela merantau ke tempat kami untuk "berjudi kehidupan",rela melakukan apa saja.-- Ah, sudahlah. Aku hanya berharap, Mudah-mudahan setia orang yang kujumpai diberkati selalu, diberikan rejeki yang berlimah, dan diberi kekuatan dan kesehatan. Dan satu yang harus kau ketahui, aku merindukan mereka yang memberiku tetang Pelajaran Hidup. Iya, aku merindukan kalian semua, Guru Kehidupanku. :)

Belajar

Ketemu pagi lagi :), saat ini pukul 1:21 am di laptop saya.

Di hari sebelumnya saya tidak melakukan aktiitas apa-apa, semua waktu terlewati begitu saja. Namun ada sesuatu yang kuingat, aku membantu seseorang, walupun itu hanya tindakan kecil. Aku senang.

Kemarin,setelah menulis tiga postingan berturut-turut, aku memutuskan untuk tidur. Memang pada saat itu, cahaya matahari sudah memasuki lubang ventilasi ruang kamarku. Dan itu pertanda pagi. Mau tidak mau aku harus mengistirahatkan tubuhku.

Aku bangun di siang hari, tepat pukul 01.25 pm. Aku mengingat betul jamnya, karena aku lama melihatnya pada layar hpku. Sebenarnya aku sudah menyusun "to do list" di otakku,sebelum aku tidur, tentang apa yang hendak kulakukan setelah aku bangun nantinya. Namun, semuanya batal. Tubuhku terasa berat. Dengan terpaksa aku membiarkan itu semua, dan akan kukerjakan keesokan harinya.

Yang kuingat persis tentang apa yang terjadi kemarin adalah aku membatalkan minatku untuk bermain bola di sore hari, seperti yang biasa kulakukan .Iya, karena saat itu aku enggak mau beraktivitas berat. Sehingga aku menggantikannya dengan menonton sebuah acara seminar/talkshow/kuliah umum tentang "lean startup" di youtube, yang pembicaranya adalah seorang wanita keturunan batak. Dalam pengenalannya dia seorang konsultan dan pernah bekerja di perusahaan ternama dunia, BlackBerry dan Microsoft, serta pernah bekerja menjadi team kemenangan Jokowi disaat pencalonan menjadi Presiden. Dia juga CEO, dan CO-Founder dari sebuah perusahaan.
Menurutku dia sangat menarik, tidak tahu kenapa. Mungkin karena dia bekerja sebagai business women kali ya. Disitu dia diundang menjadi speaker. Dalam video yang berdurasi sekitar satu jam lebih itu, saya banyak belajar tentang cara berbicaranya, tentang penggunaan kata-katanya ketika dia menjadi speaker, dan juga cara dia mengambil perhatian dari peserta, serta cara penyampaian materinya. Lumayan bagus menurutku, mungkin bisa diberi A+. Haha, dia keren banget. Ah sudahlah,aku jadi malu membicarakannya. Karna dia terlalu keren untuk dibicarakan.

Malam harinya, rasa bosan menghantuiku. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan di depan rumah, walaupun ujung-ujungnya aku duduk tak menentu,efek bosan berlalu-lalang. Karena merasa sendiri, aku pergi ke warung, yang dekat dengan rumah. Iya, yang pemiliknya orang batak itu. Disitu di warung itu, aku sedang belajar mendengarkan. Aku mendengarkan kisah-kisah masa muda dari beberapa orang yang sudah pernah bekerja di pedalaman. Di hutan. Sekarang seorang dari mereka tidak bekerja lagi, dia kena PHK dari sebuah perusahaan tambang ilegal,di provinsi sebelah. Dia banyak bercerita. Aku hanya mendengarkan saja. Dari pembicaraanya, dia menyalahkan kinerja pemerintah sekarang, dan juga memuji kinerja presiden sebelumnya. Katanya, jaman sekarang makin susah. Lebih enakan tahun-tahun sebelumnya. Disitu dia mengatakan pada tahun sebelumnya masih banyak kerjaan yang dapat menampung dan juga ekonomi masih bagus. Sekarang, semuanya hancur karena pemerintahan yang baru."Ekonomi hancur". Dia tampak kesal mengatakannya. Aku melihat itu dari wajahnya saat mengatakannya. Sebenarnya apa yang dia katakan, hampir semuanya kurang update. Karena dia tidak tahu posisi ekonomi sekarang. Ingin rasanya memotong pembicaraannya dan mengatakan yang sebenarnya. Namun aku mengurung niatku, dan mempersilahkan dia mengatakan semua keluhannya dan menceritakan tentang kisahnya dia. Namun di akhir waktu, tampaknya aku sulit untuk membicarakan yang sebenarnya, karena suasana sudah berubah. Mungkin hati dan pikirannya sudah ringan setelah mengatakan semuanya. Disitu banyak yang aku pelajari dari dia, dari penyampaian hatinya yang berupa nasehat, dari pemikirannya,dari kisah hidupnya, banyak. Aku hanya berharap, dia selalu melakukan yang terbaik di hidupnya,dan tetap semangat dalam menjalaninya. Di akhir ceritanya, aku mengetahi bahwa dia sudah mendapatkan pekerjaan baru, lebih banyak pendapatannya dari pekerjaan sebelumnya, "Syukurlah" pikirku. "Tetap berjuang bang, ingatlah anak dan istrimu, dikampung". :)

Rabu, 24 Agustus 2016

Best Seller

Last posting untuk hari ini, karena udah mau jam 05.00 pagi dan cukuplah 3 postingan pagi ini.


Tadi siang aku membaca artikel tentang "bahwa status best seller Indonesia belum bertaraf International". Kenapa? . Karena masih banyak buku-buku di Indonesia yang masih kurang berbobot namun sudah memiliki status Best Seller. Hanya karena melewati penjualan 10.000 biji, kalo gak salah. Dan juga banyak buku-buku yang terjual hanya karena penggunaan kata-kata mudah dicerna dan juga pemakaian kata-kata "gaul" kayak gue elo. Padahal masih banyak buku-buku bagus dan juga buku-buku motivasi.
Atau itu karena kurang pemasaran yah? pikirku saat ini. Hahaha.
Dalam meraih status best seller di luar negeri sangatlah sulit, karena harus melewati tahap-tahap yang telah ditentukan sebuah organisasi pemberi status "best seller" tersebut.

-----

Sebenarnya sangat mudah menjadi penulis "terkenal". Bisa saja kau menulis buku dan membeli buku karya mu sendiri hingga menembus  angka yang ditentukan, seperti yang pernah dilakukan salah seorang penulis dulu. Jadi karya mu menjadi salah satu best seller,sehingga anda di kenal oleh banyak kalangan. Dan pastinya akan berpengaruh di karyamu yang selanjutnya. Dan mungkin saja kau mendapatkan banyak  tawaran wawancara atau sebegai pembicara di media-media, yang mungkin bisa menutup modal awalmu.
Tapi bagiku ini hanya sebuah trik sampah,yang sulit untuk dipraktekkan. Haha.. Malu lah.. Lagian kata-kata "easy get,easy go" masih berlakulah....

Hahaha. Sudah, cukup segitu saja dulu dalam berbagi cerita-cerita kehidupan ini. Sampai ketemu di postingan selanjutnya. hihihi

Blog

Lanjutan dari postingan yang sebelumnya, tapi beda topik. :)

Sebenarnya sebelum membuat postingan sebelumnya,tentang Raja dan Ratu,aku hendak mau tidur. Jadi aku mecoba membaringkan diriku agar bisa lemas dan hingga terlelap nantinya karena efek cahaya layar dari hpku. Biasanya sih aku bisa terlelap begitu saja, dan itu menjadi salah satu trik ampuhku. Jadi pertama-tama aku mencoba membuka sebuah aplikasi online, tentang postingan gambar, Instagram. Rencanya hanya melihat sekilas,atau yang "up date" saja. Namun tak lama kemudian, makin jauh, aku makin  asyik dan kesasar di sebuah akun teman lamaku. Dia itu pernah satu SMP dan juga satu SMAku. Pernah juga satu kelas dengan dia waktu SMA. Sebenarnya aku tidak suka berlama-lama di sebuah akun, karena aku suka bosan kalau akunnya tidak menarik, dan juga saat itu mataku sudah mulai ngantuk. 

Namun ada bagian yang membuat aku tertarik pada waktu itu. Terpampang sebuah alamat webiste blog di deskripsi akunnya. Dan itu membuat aku melek. Dan pastinya aku lansung menuju KTP, eh TKP dong.
Gak tahu kenapa, aku senang membaca blog pribadi, apalagi kalo penulisnya suka nyentrik dan juga wanita. Dari sekian blog yang sering kubaca, hanya sedikit yang berada dikalanganku. Artinya, hanya sedikit masih orang yang pernah kujumpai di dunia nyata mau menulis di blog. Dari teman sekolahku waktu SMA saja masih 4 orang. Atau mungkin saja aku masih belum mendapatkan alamat blognya mereka. Ahh.. sudahlah...
Mudah - mudahan mereka mau menulis dan berbagi cerita tentang hidup,serta mau berbagi cita-cita dan harapan, seperti temanku yang satu ini.

Thank you sobat, aku berharap suatu saat nanti kau bisa menjadi penulis handal seperti ceritamu itu. Dan tetap semangat. Karena kau aku bisa melek dan menulis beberapa postingan di blogku ini. :)

Raja dan Ratu

Pagi hari, tepat pukul 3:46.
Sebenarnya mataku sudah mulai lelah karena telah melewati aktivitas yang banyak. Tapi hingga saat ini belum bisa tertutup rapat, tidak tahu kenapa. Padahal jam 10 malam tadi aku masih saja santai bermain catur sambil menyeruput kopi dengan gagahnya. Itu efek kopi atau karna efek kemenanganku yang dalam waktu 1 menit, aku bisa memenangkan pertandingan catur. Saat itu aku hanya memerlukan beberapa langkah untuk mengalahkan Raja dan membuat Ratu tidak berkutik disampingnya. Sementara para petinggiku duduk santai diposisinya masing-masing dan hanya dua pionku yang keluar dari posisinya. Sebenarnya itu trik lama dalam permainan catur.Banyak yang tahu tentang cara memenangkan permainan catur dalam sekejab. Kalau anda minat dengan catur, anda pasti tahu trik yang satu ini. Awalnya aku mengira lawanku mengetahui trik ini, tapi dia masuk ke dalam tipu dayaku, dengan bantuan siul-siulku.Haha,lucu rasanya mengingat kejadian yang tadi. "Sekejab bah" katanya keheranan. Aku tertawa geli. "Ahh, yang masih main-mainya kau" kataku sambil memperbaikin posisi para prajuritku. 

Di pertandingan kedua juga agak seru. Membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pertandingan ini. Dia sudah mulai bermain hati-hati. Dia melindungi setiap prajuritnya. Dia tidak mau kehilangan langkah, walaupun hingga akhirnya dia mengalah karena para petingginya hilang satu per satu.
Sebenarnya dia bisa memenangkan pertandingan kedua ini, namun dia diganggu oleh suara orang ketiga yang selalu memberi nasihat serangan terbaik. Dia tidak percaya dengan serangan yang sudah dibuatnya. Hingga dia kewalahan karena dia tidak memiliki serangan jitu dan juga serangan beruntun. Permainan catur hampir sama dalam permainan dalam merebut kekuasaan, atau dalam permainan kerajaan. Kita bisa membunuh atau menghilangkan para petingginya secara beruntun atau menghilangkannya satu-satu hingga kita menguasai permainan dan juga menguasai lawan.

Saat SMA aku sering bermain catur,baik online maupun offline. Kalau main offline, aku bermain di kelas, yang notabene teman temanku juga suka bermain catur. Hingga suatu saat kami ketahuan mengambil kembali catur yang sudah diamankan oleh guru BP/Konseling/Keamanan kami, karena mengisi jam kosong dengan main catur. Sebenarnya gak apa-apa sih bermain catur ketika jadwal kosong. Kan, itu juga mengasah otak, masa otak hanya diisi dengan teori dan rumus-rumus belaka, pikirku saat itu. Kalau online aku sering bermain di website yang banyak peminatnya. Pernah juga bermain di aplikasi Facebook.

Dulu pernah aku menonton film tentang sebuah robot bermain catur bersama perancangnya sendiri. Yang dimana robotnya diajari bermain catur hingga bisa mengalahkan perancangnya sendiri, yang master Catur. Dan juga pernah melihat video tentang bermain catur yang matanya ditutup. Iya, ditutup. Jadi lawannya mengucapkan pergerakan yang dilakukannya. Contohnya. C1,D2,etc. Wah, gak kebayang tuh gimana imajinasinya, dan juga gimana dia mengingat semua letak bidak yang di tempatkan dan juga bidak para prajurit lawannya. Hebat sekali pikirku  Sebenarnya enak bermain catur, itu bisa mempertajam kecerdasan kita, itu bisa membantu kita dalam membuat strategi matang. Bisa mempertajam analisa kita dan juga mengembangkan kinerja otak kita. Tidak tahu kenapa, kadang aku merasa pusing ketika habis bermain catur. Kadang juga ketika aku bermain catur aku memposisikan diriku sebagai Raja dan memposisikan dirimu sebagai Ratunya. Hahaha. 

Rabu, 17 Agustus 2016

Kemarin

Kemarin 17/082016 merupakan hari kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Dan aku ingin mengucapkan : Merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!

Sebelumnya aku mau berterima kasih kepada para pahlawan, para pejuang Indonesia, yang rela berjuang demi kata "Merdeka". Terima kasih Pahlawanku..

Hari itu, tak banyak yang kulakukan, hanya duduk di depan laptop dan melanglang buana di dunia maya.Dunia maya itu complete, segalanya ada. Kita bisa mendapatkan informasi,berita,data, apa pun itu,termasuk uang. Di dunia maya kita bisa bebas berinteraksi, melakukan apa saja. Kita bebas berbicara apa saja, mencari apa saja yang kita mau. Itulah yang ku sebut dengan "Kemerdekaan Maya".

Di hari itu aku hanya berkeliling di beberapa web saja,antara lain wikipedia,tirto.id,youtube.com,dan facebook. Sebenarnya itu masih terbilang sedikit dari beberapa web yang biasa ku buka setiap harinya. Bagiku, hari itu juga merupakan hari yang panjang, karena otakku diisi dengan puluhan artikel secara beruntun. Biasanya kuatur dengan skala waktu tertentu. Dan aku rasa itu sungguh memusingkan kepalaku. Iya, masih kerasa pusingnya. Hingga saat ini, saat dimana aku begadang, karena efek dari kopi yang harusnya tidak ku minum di jam-jam ngantuk.

Tadinya aku mau tidur akibat kelelahan main bola. Iya, main bola. Sebenarnya tidak terlalu menarik lagi kalau ku singgung tentang main bola di depan rumahku. Tapi ingin ku ceritakan tentang apa yang terjadi kemarin, karena topiknya adalah tentang "kemarin".

Kemarin seharusnya hari yang menarik bagiku, karena hari kebesaran bangsa Indonesia. Biasanya, di hari itu aku melihat parade dari kalangan pelajar,aktivis,budayawan yang melakukan pawai di biasa di adakan kotaku. Namun kali ini berbeda, karena aku sedang tidak berada di kotaku. Aku jauh dari situ. Aku di pulau seberang.

Aku mecoba online di laptopku,menunggu photo - photo terbaru dari kegiatan parade yang di adakan di kotaku. Namun, tak satupun masih yang upload. Andai saja yang membuat live streaming kegiatan parade tersebut, mungkin akan mengobati rasa rinduku.

Seiring dengan penantian tersebut, aku terpaksa melanglang buana ke website yang ku sebutkan diatas. Hingga efek pusing itu terjadi. Disaat aku menenagkan diri dengan lagu "anak jaman" yaitu " Big Sean - I Dont Fuck With You", seseorang memanggilku sambil mengetuk jendela kaca hitamku,yang berdebu, yang tak pernah ku bersihkan,mungkin sudah 2 tahun lamanya,dan berkata :

"Man.
"Man.
"Man.

Seperti biasa, aku selalu memastikan ketika seseorang itu memanggil, apakah itu terhadapku atau tidak. Rupanya betul. Dia memanggil namaku, hingga 5 kali,dan aku menghitung itu, sambil membuka jendelaku yang kotor itu..

"Ya, jawabku

Aku berjalan kedepan, menghampirinya.
Rupa nya dia yang memanggilku, pria tinggi - kurus, yang sering bermain dengan hp-nya. Namanya Berto.

"Di panggil orang itu" katanya, sambil dia memainkan hp-nya kembali.

"Ohh. ok - ok" kataku.

Rupanya aku dipanggil keluar, yang seseorang dari mereka menyuruhku untuk datang menghampiri.

Aku berjalan ke arah mereka tanpa menggunakan baju dan alas kaki. Karena menurutku itu dekat,paling -aling 20 langkah,dan bagiku itu tidak masalah. Rupanya mereka sedang mengadakan pungutan dana untuk membeli sebuah bola baru. Betul. Mereka merupakan teman bermainku. Mereka juga merupakan mahasiswa yang satu universitas denganku,dan bertempat tinggal disekitarku. Kebanyakan dari mereka juga merupakan satu suku denganku,hampir seluruhya sih. Hampir setiap hari kami berkumpul dan bermain bola di lapangan pasir yang berada di depan rumahku. Sebenarnya kost,tapi aku lebih senang kalau menyebutnya rumah.

Kalau dihitung-hitung jumlah kami yang sering bermain bola di depan rumah berkisar 20 an. Iya. Banyak bangetkan. Tapi kadang tidak semua main, karena kadang mereka ada kegiatan lain, atau tidak mood, atau lagi males, atau lagi PMS,banyaklah itu. hihi..


Kemarin kami bermain 3 sesi. Setiap satu sesi itu harus mencapai skor 3. Kemudian diulang lagi dari awal.
Kebetulan teamku menang 3 sesi berturut-turut dengan skor 3-2, 3-1, 3-2.
  • Di sesi pertama.
Dengan pemain :  9 orang (Team ku) vs 8 orang. (Skor 3-2)
Teamku antara lain: Aku, bang Ambarita, Galingging, Hombing, Zimbe,Simanjuntak Jr, Tono, Sihotang, dan Berto.
Dan team lawan : Mong, Simbolon, Sipayung, Jacky, Simanjuntak, Sitinjak, Silalahi, dan Donggan. 
 Haha, pada sesi pertama lucu rasaku, soalnya kami selalu mendominasi permainan, padahal dari segi kekuatan menurutku, kami team lemah,karena pemainnya sudah yang tua-tua hihih.Tentu juga dengan pemain yang jumlahnya lebih, kami bisa memperdaya mereka dengan teriakan-teriakan kami yang agak lantang seakan menakut-nakuti mereka. Dan sebenarnya mereka tidak keberatan dengan kami kelebihan satu pemain.
 Di menit awal, aku bermain di depan,karna itu posisi yang menurutku enak,hehe.Tetapi setiap kali ada penyerangan selalu saja bola tak kebagian denganku, karena team ku merupakan pemain yang bersifat individual.---
Aku terpaksa mundur, karena setiap kali ada penyerangan hampir semua pemain team ku berada di depan bekerja sama dan ingin membuat gol.
Di belakang aku bisa santai sejenak, karena jarang ada serangan dari team lawan. Di belakang ada aku dan Bang Ambarita. Kadang kami duduk jongkok karena jarang mendapat bola.
Sesekali kami kedatangan bola dan serangan namun sudah dihalau, tak lama. Sekian banyak peluang yang ada, akhirnya team kami mampu mencetak gol dan mencapai point ke 3 pertama.

  • Sesi kedua, 
Sesi kedua merupakan sesi yang tercepat menurutku. Mungkin tak sampai 25 menit. Karena pemain mereka "lemah". Sebenarnya dari awal permainan sudah tidak fair, karena ketimpangan pemain. Di sesi ini juga team lawan banyak yang emosi, sehingga mempermudah kami untuk meraih poin. Tak jarang ada yang keluar permainan karena ada yang baper, dan juga emosi karena kurang komunikasi antar player. Jacky merupakan player pertama yang mengeluarkan diri, karena dia kebawa emosi, menurutku.
Karena ketimpangan pemain, 9 orang vs 7 orang, maka kami mencapai point ke 3 untuk kedua kalinya.

  • Sesi ketiga
Ada yang berbeda di sesi ketiga. Permainan sempat di hentikan karena ketimpangan pemain. Ada juga yang keluar karena sudah kebawa emosi, ada juga karena kelelahan. Tak berapa lama kemudian, jumlah pemain pun genap, seimbang. Kini 8 orang vs 8 orang. Dan ini sepertinya menarik, pikirku. Karena ada player baru, dengan nafas baru. Di team lawan, Bang Tanggang merupakan pemain baru, badannya besar, dia bermain di depan. Tak jarang kami ketemu. Di team kami juga ada pemain baru, Simanjuntak ke 3. Banyak juga simanjuntak ini. Hahaha
Di sesi ini, permainan seimbang. Serangan sering terjadi diantara dua lini kubu. Permainan ini menurutku merupakan permainan terlama dari semua sesi. Di tenga permainan kami sempat menela kekalaan dengan skor 2-0. Namun kami berhasil membalikkan point. Itu semua berkat kerja sama team kami, yang solid, walau bola kadang tak nampak karena senja telah dibunuh oleh gelapnya malam.
 Berhubung bola sudah tidak nampak lagi, dan kami telah meraih point ke 3 secara berturut-turut, kami terpaksa menghentikan permainan. Setelah itu kami berkumpul di sebuah warung, dekat dengan rumahku. Disana kami menceritakan kembali permainan kami, kadang ada yang ketawa, karena menceritakan moment lucu, moment ketika seseorang jatuh, ketika bola tidak diibagi-bagi, ketika serangan yang amburadul, dan tentunya kami terbahak -bahak ketika mendengarkan cerita itu semua. 
Ketika keringat badan mulai kering, terpaksa aku harus balik ke rumah, untuk membasuh tubuhku. Aku membersihkan tubuhku, mulai membersihkan pasir yang menempel di area dadaku, dan tak jarang kudapati pasir di rambutku yang lebat dan panjang itu.

Sehabis mandi, aku kadang merebahkan badanku di kasurku yang sudah mengempis. Aku berbaring sambil memainkan hpku.

"Brak "

Aku meloncat tak menentu ke arah meja, tempat laptopku bernaung. Aku seakan kemasukan roh tertentu. Aku mengetik di keyboarku secara cepat. Aku segera mencari website streaming. Iya . Saat itu sedang ada acara pertandingan Bulu tangkis "Olimpiade",ganda campuran, dan sedang memperebutkan posisi 1. Dan salah satun diantaranya merupakan team Indonesia. Liliana Natsir dan Tantowi Ahmad. Owi/Butet.
Tak lama kemudia aku mendapat channel di youtube yang menampilkan live streaming, namun tidak bisa diakses karena itu hanya untuk penonton team dari Malaysia. Iya. Indonesia vs Malaysia.
Terpaksa aku harus kembali ke hompage google untuk mencari web yang menampilkan live streaming.

Get !!

Akhirnya, aku mendapat website yang menampilkan acara live streaming, vidio.com . Yahh !! kataku lemas bercampur semangat, karena aku sudah melewatkan 1 babak, tapi dimenangkan oleh team Indonesia, 21-12. Dan tak lama lagi akan dilanjutkan untuk babak ke 2. Aku memperbaiki tempat dudukku. Aku tak ingin melewatkan moment ini. Moment dimana Indonesia mendapatkan medali emas di Olimpiade. Tentunya medali emas yang pertama,di tahun 2016, yang diadakan di Rio, Brazil.
Kalo gak salah vidio.com merupakan website buatan Indonesia, yang bentuk website hampir sama dengan youtube, menampilkan video-video online, dan juga streaming. Dan itu merupakan anakan dari SCTV yang memperoleh penayangan untuk Olimpiade Rio, di Indonesia, bersama Indosiar, yang juga milik mereka.

Tubuhku lemas dan agak ngantuk menonton video live streaming tersebut, mungkin ini efek dari main bola ya, pikirku. Aku mencoba membuatkan kopi untukku, agar aku kuat menonton perjuangan anak Indonesia itu.

Semua bulu tanganku naik. Badanku merasakan getaran. Aku merinding, melihat perjuangan anak Indonesia itu. Akhirnya mereka mendapatkan medali emas. Dengan skor 21-14.  Tepat di hari kemerdekaan Indonesia, yang ke 71. Mungkin itu merupakan kado terindah dari mereka bagi Indonesia tercintah. Dan tak lama kemuadian,  Lagu Indonesia Raya dikumandangkan di Rio,Brazil setelah acara pembagian medali.

Namun, setelah itu semua. Penderitaankupun dimulai. Aku tak bisa tidur. Iya, aku Insomnia. Walau badanku lemas, aku tak bisa memjamkan mata. Aku hanya bisa merebahkan tubuhku. Kucoba untuk tidur dengan mematikan lampu,namun tak berhasil. Efek kafein membanjiri otakku. Pikirankupun memutar-mutar tak tentu. Sama kayak cerita di posting ini, mutar-mutar tak tentu. Tak ada alur, yang berarti. Hanya ketikan tangan, yang berusaha sok kuat untuk mengetik cerita ini, untuk mengisi kekosongan di saat aku Insomnia.
Iya. Aku jadi mengetik cerita ini, agar ada gunanya aku begadang. kayak kata si roma. Namun tak langsung ku posting saat dini hari tadi, karena belum semua kuceritakan tentang hari kemarin dan hari ini.


Oh ya, aku bisa tertidur karena, otakku sudah lemah dan mataku lemas, akibat memikirkan kembali apa yang terjadi.. Dan aku memposting ini disaat aku juga sudah lemas dan mau tidur siang lagi. Bye..


Kamis, 11 Agustus 2016

Hari ini

Hari ini hari Jumat,  12/08/2016:

Saat ini rumah agak gelap,karena aku tak mau membangunkan lampu dari tidurnya. 
Hari ini,rumah kuberi kebebasan, kertas kubiarkan berhamburan dimana-mana. 
Aku tak mengganggunya, nanti aku dibilang pengganggu kebebasan dan kehidupan. 
Karna ku pikir "setiap benda itu mempunyai kehidupannya sendiri".
 Aku tak tak tahu dari mana kata kudapat,aku lupa.

Aku juga tak mau mengganggu kursi yang bediri tak beraturan. 
Aku tak mau mengganggu posisi sapu yang berdekatan dengan meja kerjaku.
Aku juga tak risih dengan kipas yang selalu memutar-mutar
Walaupun dia sering ku atur-atur seenaknya.

Aku tak mau mengganggu meja kerjaku.
Ku biarkan bungkus permen itu duduk dengan sebebasnya.
Ku biarkan buku itu dengan bentuknya yang tak beraturan
Ku biarkan deodoran itu berada di meja kerjaku,walaupun sebenarnya tempatnya tidak disitu.
Ku biarkan gelas-gelas itu memenuhi area meja kerjaku

Aku juga tak mau menggangu tempat tidurku
Kubiarkan dia tidur dengan posisi sembarang
Kubiarkan dia dipenuhi dengan baju-baju jantan yang bewarna hitam
Kubiarkan dia dililit sperei yang tak berbentuk
Dia seperti barang yang hina, dikerumuni oleh barang -barang tak tentu.
Tapi aku mengasihinya, karena aku membutuhkannya.

Aku juga tak mau menggangu kehidupan para baju-baju ksatriaku
Ku biarkan mereka bergelantungan dimana saja
Ku biarkan mereka bebas diposisi mana saja
Terserah kataku.
Karena mereka itu adalah pelidungku sehari-hari
Dan itu tak masalah bagiku

Aku juga tak mau mengganggu rambut-rambut di lantai rumahku
Kubiarkan mereka berkelana
Kubiarkan mereka bereksplorasi kemana saja
Temukan emas dan jati dirimu, cari hingga ke pelosok ruangan,kataku.
Aku selalu mensupport mereka untuk hal positif
Walaupun mereka bermacam-macam
Ada yang kriting dan  ada yang lurus.

Aku membiar kan itu semua,untuk hari ini.
Biarkan mereka bersenang-senang walau sebentar saja,pikirku.

------

Cerita ini berdasarkan cerita nyata.
--
Mungkin ini efek rumah lagi sepi.
Iya,sepi.
Si kribo lagi KP
Jadi agak bebas.
Oh ya, Semangat untuk KPnya bo.
Jaga nama baik almamater. :D

Dia yang berbeda

Dari sekian banyak wanita yang ku sukai, yang ini agak berbeda. Kenapa?
Karena, aku menyukainya disaat usiaku terbilang matang, 22 tahun, atau itu masih bau kencur?
Haha.. *tapi ini cuman "sekedar" menyukai bukan mencintai. Wah, berani-beraninya saya memulai topik  berat ini..
--------------
FYI: Sebenarnya tulisan ini sebagai ingatan/flash back ku saja nantinya, ketika aku merindukan kehidupan hari-hariku.
--------------
Sebenarnya,udah 3 hari aku tidak menulis lembaran ini.
Walaupun jarang, tapi aku harus menulis, agar daya ingatku kuat. :P
-------------
Aku mau bercerita, begini :

"Minggu lalu merupakan minggu merepotkan di hari liburan kuliahkuku 6/8/2016. Walaupun aku tidak memiliki kegiatan di rumah tapi berat rasanya jika liburanku di gunakan untuk merepotkan badanku yang ringan ini.

Waktu itu, hari sabtu. Dimana hari terakhir penyusunan KRS, dan itu membuatku harus bangun pagi dan harus melakukan itu karena tak ingin menunggu lebih lama. Aku bergegas dari rumah, berjalan ke kampusku,yang tak jauh, cuman butuh 3 menit.

Setelah sampai dikampus, aku sudah menjumpai puluhan mahasiswa yang satu jurusan denganku untuk menunggu penandatanganan KRS. Wah, untung saja pikirku kalau agak kesiangan sedikit bakal berjumpa dengan ratusan mahasiswa lain.

Namun,setelah melewati proses penyusunan yang panjang di jurusan, saya harus bergegas ke TU Fakutas tempat penyerahan KRS terakhir, takutnya disana ada ratusan hingga ribuan yang menungguku. haha.

"Di saat aku bergegas sambil melewati lorong-lorong ruangan itu, aku melintas dari depannya,aku mendapati si "dia" yang sedang menunggu bersama kawannya di depan ruangan TU Fak itu.

Kejadiannya cepat, namun kalau di kaji ulang, bakal begini : Aku melintas dengan cepatnya,namun dia melihat ke arahku, aku tidak tahu kenapa, mungkin auraku di cium olehnya. Haha..Dan aku melihat kejadian itu bersamaan. udah.

Tapi dengan apa yang kulihat secara sepintas:  dia agak berbeda, dia tak lagi kembang. Apa karna Matahari kurang terik ya.Penampilannya meredup. Pada saat itu dia tampak lesu, Wajahnya lemas, dan dia tidak bersemangat, seperti ada masalah yang menghantuinya, atau apakah dia belum mandi pada saat itu, soalnya rambutnya lepek. Pakaiannya juga tak seperti biasanya,dulu, setiap kali kulihat dia (walaupun jarang), dia selalu berpenampilan modis, seperti bidadari khayangan yang turun ke kampus. Dan ketika dia berada dikampus,selalu saja ada daya tarik untuk melihatnya. Atau apakah benar dia bidadari ?

Mudah mudahan iya, sehingga aku mempunyai kesempatan untuk mecuri selendangnya.  HHAHA

Dan seandainya dia punya masalah,aku berharap dia agar selalu semangat mengahapi setiap masalah yang ada. Dan semoga saja dia diberikan jalan yang terang yang mengarah kepadaku.wkwkw
------
Udah dulu ceritanya..
Sebenarnya agak sulit membuat cerita yang pas dan menarik saat ini, soalnya aku selalu di ganggu oleh aroma biskuit dan kopi yang ada disekitarku, yang memicu pengalihan pola pikirku. Sekian. :)

Selasa, 09 Agustus 2016

Sajak Seonggok Jagung

Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda
yang kurang sekolahan
memandang jagung itu,
sang pemuda melihat ladang;
ia melihat petani;
ia melihat panen; dan suatu hari subuh,
para wanita dengan gendongan
pergi ke pasar………………………..
Dan ia juga melihat
suatu pagi hari
di dekat sumur
gadis-gadis bercanda
sambil menumbuk jagung
menjadi maisena.
Sedang di dalam dapur
tungku-tungku menyala.
Di dalam udara murni
tercium bau kuwe jagung.
Seonggok jagung di kamar
Dan seorang pemuda.
Ia siap menggarap jagung.
Ia melihat kemungkinan
otak dan tangan
siap bekerja.
Tetapi ini:
Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda tammat S.L.A.
Tak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa.
Hanya ada seonggok jagung di kamarnya.
Ia memandang jagung itu
dan ia melihat dirinya terlunta-lunta.
Ia melihat dirinya ditendang dari discoutique.
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalage.
Ia melihat saingannya naik sepeda motor.
Ia melihat nomor-nomor lotre.
Ia melihat diri sendiri miskin dan gagal.
Seonggok jagung di kamar
tidak menyangkut pada akal,
tidak akan menolongnya.
Seonggok jagung di kamar
tak akan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya berasl dari buku,
dan tidak dari kehidupan.
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
Yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya.
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan.
Aku bertanya:
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya?
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibukota
kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
belajar filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran,
atau apa saja,
bila pada akhirnya,
ketika pulang ke daerahnya, lalu berkata:
"Di sini aku merasa asing dan sepi!"
12 Juli 1977
T.I.M
 "Sajak Seonggok Jagung" (Rendra, Potret Pembangunan dalam Puisi, kumpulan puisi, Jakarta: Lembaga Studi Pembangunan, 1980: 42-44)

mekkel nama au

Jumpang ari, jumpang bulan
Jumpang nang taon muse
Ari-ari tapasuda,
So adong namoru hape

Nunga lam suda ari-arikku
Nunga lam loja mamingkiri
So adong namuba dope

Hape umur nunga lam matua so tarulahan
Hape daging pe nunga lam loja so tarambatan
So adong nahudapot dope

Mengkel nama au..unang holsoan au
Mengkel nama au ..unang marsak au
Iee..iee..

Nunga lam suda ari-arikku
Nunga lam loja mamingkiri
So adong namuba dope

Hape umur nunga lam matua so tarulahan
Hape daging pe nunga lam loja so tarambatan
So adong nahudapot dope

Mengkel nama au..unang holsoan au
Mengkel nama au ..unang marsak au
Iee..iee..

Horas..Horas..
Horas…Horas..
Asal ma sai Horas..

Tidak tau

Tidak tahu
Aku
Aku tidak tahu kenapa?

Moment ini
Saat ini
Berat bagiku

Kekosongan
Bukan
Ini bukan kekosongan
Aku sudah melewati itu
Dulu
Dan itu menyakitkan
Jangan pernah coba

Ini beda
Aku tak tahu kenapa
Sulit bernafas

Aku bingung
Tak ada teman bercerita secara langsung
Tidak ada orang yang pas
benar-benar pas
Tak ada tempat untuk meluapkannya
Tak ada tempat bertukar pikiran

Keluarga?
Tidak
Aku tidak mau bercerita dengan mereka
Cukup
Aku tak mau menambah beban mereka

Teman?
Tidak
Itu tidak akan membantu
Suatu saat nanti ada efeknya
iya
kau harus tahu itu

Sahabat?
Tidak ada
Tidak ada lagi
Aku meninggalkan mereka
Dan itu tidak bekerja

Sepupu / saudara jauh?
Tidak
Tidak punya
Bagiku mereka hanya orang lain juga
Tidak berpengaruh di kehidupanku
Hanya ada beberapa yang kukenal saja menurut versiku
Lagian
Bagiku mereka tidak masuk untuk opsi ini
hanya saja,aku ingin menjawab pertanyaan pikiranmu saja

Terpaksa
Terpaksa aku menjalaninya sendiri
Iya
Sendiri
Seperti biasanya
Melewati semuanya
dengan seadanya
Dengan angin malam
dengan beat-beat musik
dengan hujan
Dengan keramaian
Dengan aktifitas
yang
semaksimal mungkin ku coba
untuk melewati itu semua

Ini- begitu sulit..
Mudah-mudahan di akhir hari ini
aku bisa tertawa
tertawa
sebisa mungkin 
tertawa


Room

Mardalan au


Mardalan au marsada sada
Laos di langlang i do au tarlungun lungun
Manetek iluki da inang da sian mata
Marningot lakka ki dainang laos so marujung

Suman mau partudosan na
Tu sanggar sakkabona inang
Na sai madungdung
Na meol meol i da inang di ullus alogo
Songon bulung ni bulu inang
Na sai madudus

Ulushon Ulushon ulushon au alogo
Sahat tu huta ni dainang
Di luat na dao
Pos ma roha ni dainang tibu do au ro
Sian tano parjalangan di luat na dao

Ue dainang Ue dainang Ue ...
Ue dainang Ue dainang Ue ...
Ue dainang Ue dainang Ue ...
Ue dainang Ue dainang Ue ...

Alusi ma au inong
Alusi ma among
Alusi ma au inong na jou jou on

Redup

Redup
Dia tidak tumbuh lagi

Kering
Tubuhnya kering

Retak
Tulangnya retak

Pergi
Jiwanya pergi

Dia
Dia tidak disitu
Dia pergi
Dia berlalu
Dia meninggalkan semuanya

Tak ada lagi kata-kata yang terucapkan
Baginya
Semua yang terjadi
Semua yang telah dilalui
Semua yang dikenal
Semua yang bersamanya dulu
Semuanya
Semuanya itu

Semuanya itu hanya masa lalu saja, MEREKA hanya orang orang masa lalu, lupakan saja, hiraukan..

Berhenti

Beberapa hari yang lalu sempat rasanya ingin berhenti menulis,karena ada sebuah postingan yang mengatakan bahwa "tulisan itu harus memberikan dampak positif bagi orang lain". Itu sangat memukul bagiku..
Semua tulisan yang kubuat itu ibarat sampah..
cuman hirauan semata
tidak penting
tapi belakangan ini, 
aku ingin menulis lagi

aku menghiraukan postingan itu,
aku menganggap semua tulisan ini hanya diary harian semata
tidak kebih 


iya disaat menulis ini,
persaanku gundah, pikiranku mumet, banyak hal yang berputar dikepalaku
termasuk bentuk tulisan ini, jadi kacau..
Kondisinya seperti penyair Khalil gibran..

arggh.. pengen pecah kepalaku
ingin rasanya ku berteriak......
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa






Jumat, 05 Agustus 2016

Zona Nyaman

Sebebarnya apa sih zona nyaman itu?
Apa yang akan terjadi ketika keluar dari zona nyaman?

Zona nyaman itu dimana kita merasa aman untuk saat ini. Kita menikmati kehidupan,santai,rileks tanpa beban. Tanpa ada masalah, menikmati apa yang ada, mengikuti arus yang ada, tidak ada perjuangan.

Example: Di game (game petualang), zona nyaman itu ditempat yang tidak ada monsternya,tidak ada gangguan,dikota, tempat santai,dengan jalan-jalan mengitari kota, ngobrol - ngobrol dengan player lain, shopping di NPC, banyak lagi.

Ingin keluar dari zona nyamannya. kenapa? 
Apa karena bosan dengan apa yang dilakuin sekarang?
Bosan, hidup begitu - begitu terus?
Ingin ada perubahan?

Kebanyakan orang - orang  ingin keluar dari zona nyaman ingin mendapatkan hal - hal baru.
Namun mereka belum mempersiapkan dirinya untuk menghadapi zona luar.

Kembali ke game tadi, jika seorang player ingin menaikkan experience/exp/level (baca experience: pengalaman), player harus pergi keluar zona nyaman, itu salah satunya meningkatkan exp.

Sama di kehidupan aslinya, untuk mendapatkan pengalaman baru,kita harus keluar dari zona nyaman.

Apa itu zona luar?
Apa yang ada di zona luar?

Zona luar merupakan zona yang berada di luar zona nyaman kita.
Ketika kau berada di luar zona nyaman maka kemungkinan kau akan mendapatkan tantangan atau masalah.
Ex: Di game ketika player keluar zona nyaman, maka banyak yang akan kemungkinan terjadi, baik berupa dimangsa monster itu sendiri, atau dimangsa oleh player lain.

Apa yang harus dipersiapkan ketika keluar zona nyaman?

Real life: Keberanian,dan semangat untuk mendapatkan hal baru dan menyelesaikan masalah baru.
Keuangan juga boleh.
Ex: Kalo di game, yah banyak, player harus mempersiapkan gold/koin/uang ,untuk membeli potion HP/MP, membeli armor untuk melindungi diri ,mempersiapkan keberanian menghadapi monster, ataupun mempersiapkan team untuk melawan monster tsb, dan sebagainya.

Jadi ketika kau ingin keluar dari zona nyaman, setidak nya kau sudah mempersiapkan diri untuk itu.
Tidak ada yang salah dengan zona nyaman, dan keluar zona nyaman juga memberikan pengalaman yang baru dan menambah pengalaman yang ada. 
Sampai ketemu di luar zona nyaman / zona luar:)

Kamis, 04 Agustus 2016

Ucapan dan Sapaan Semu

Sebenarnya penting gak sih sapaan?
Apa yang dimaksut dengan sapaan?
Apa itu sapaan semu?
Apa itu ucapan semu?

Menurut KBBI;sapaan merupakan:

sa·pa n perkataan untuk menegur (mengajak bercakap-cakap dsb);
ber·sa·pa v keteguran; kesambet; tersapa;
ber·sa·pa·an v saling mengajak bercakap-cakap; tegur-menegur;
ber·sa·pa-sa·pa·an v bersapaan;
me·nya·pa v mengajak bercakap-cakap; menegur: kalau bertemu dng teman-temannya, ia selalu - lebih dahulu;
sa·pa-me·nya·pa v bersapa-sapaan;
di·sa·pa v bersapa;
ter·sa·pa v 1 diajak; ditegur; 2 keteguran (sakit dsb krn diganggu orang halus);
sa·pa·an n 1 ajakan untuk bercakap; teguran; ucapan; 2 Ling kata atau frasa untuk saling merujuk dl pembicaraan dan yg berbeda-beda menurut sifat hubungan di antara pembicara itu, spt Anda, Ibu, Saudara;
- salam ucapan salam 

Nah, dari penjelasan diatas, penting gak sih sapaan itu?
Pendapat saya: Penting.
Karena itu memberi kesan bahwa kamu adalah mahluk sosial, orang yang hangat, orang timur.
*wkwk gak nyambung yak

Ketika kita mengajak seseorang untuk berinteraksi,kita harus menyapa atau mengajak berbicara orang tersebut,bukan?

Saya punya buku yang mengajarkan tentang cara untuk mendapatkan teman yang banyak atau teman yang baru dan cara kita berinteraksi dengan orang lain/orang baru.
Bagiku buku ini menarik,karena mengajarkan sesuatu yang berbeda,dulu sewaktu saya bepergian jauh (public transport),saya selalu menghabiskan waktu dengan tidur diperjalanan kalo tidak melihat pemandangan melalui kaca mobil.
Sekarang, saya sering mengajak ngobrol dengan disekeliling saya. So pasti menambah teman kalu tidak menambah pengalaman dari cerita-cerita yang di sampaikan.

Memang semuanya dimulai dengan sapaan. Dengan menanyakan hal-hal biasa (basa -basi); berupa kabar,nama,pekerjaan,tujuan. tapi nanti lama-kelamaan bakal nyampek ke politik,ekonomi,agama,dan sebagainya. 

Dulu sewaktu perjalanan mudik,saya sering mendapatkan orang-orang baru dengan cerita baru.
Ada yang mahasiswa,ada yang pekerja juga.
Ada anak kecil,tapi gak mungkin gua tanya siapa nama bapaknya kan.hehe
Sewaktu transit juga pernah ketemu dengan orang muslim yang gak puasa padahal waktu itu bulan puasa,dia bilang alasannya gak kuat karna,dia sering keluar kota,dan menghabiskan waktu dijalanan,banyak aktivitas.
Sewaktu di bus menuju kota tercinta pun,saya sering mendapatkan cerita dan orang-orang baru.
Biasanya kalau udah bosan,saya sering mengalihkan pandangan melihat ke kaca mobil dan menggunakan earphone,yang pastinya untuk tidur. haha

Tapi belakangan ini,saya jarang melakukan demikian karena gw jarang mudik.haha
atau jarang karena saya sering berangkat malam,atau kebetulan saya sendiri di mobil tsb/atau bangku pesawat kosong. haha

Dan hingga saat ini saya selalu berusaha untuk berbicara dengan orang-orang baru,dimanapun dan kapanpun.

Apa itu ucapan semu?
Sebenarnya ini hanya khiasan kata bagiku, ini ibarat ketika kita menyapa/mejawab seseorang tapi agak malas ngeluarin suara/suara pelan.

Ucapan semu ini sering kulakukan, karena aku malas keluarin suara, atau malas teriak-teriak.
Biasanya kulakukan kepada "temanku"  yang melintas, aku sering bilang "hey", walaupun mereka tidak sadar,tidak mendegar,dan tidak menjawab, hiks ;/.
atau sering kulakukan kepada para pengawas ujian uas, ketika mereka mengecek krs atau memberikan absen,dan setelah itu saya mengucapkan "Terima kasih", walaupun dengan nada halus.
Dan kadang hanya beberapa saja mendengar,mungkin juga tidak, dan ada sebagian yang menjawab,hehe tapi tidak banyak.

Itu sebagian cerita saya tentang penting dan pengertian dari sapaan itu sendiri.

Selasa, 02 Agustus 2016

Kade

Kade adalah salah satu bahasa pak-pak yang hampir sering gue dengar sehari-hari.

Kade artinya apa.

Apa kabar kamu?
wkwk

In My Place

Lupa sejak kapan suka ama Band yang satu ini. Suka aja. eh, susah deng deskripsiinnya,

Kemarin sempat dengar kalo tahun ini konsernya diadain di Australia,di akhir tahun 2016.
Dan sedihnya,gak bisa nonton disana..;/ gitu deh..
*wkwk. maksa banget dramanya. Biasa aja sih..tpi agak gak enakan juga. hihi sekali2 napa
*ongkos,tiket,penginapan wak... ingat..wkwk

Oh ya,dulu..
waktu gw sendirian
Gw sering muter lagunya lagi dan lagi dan lagi dan lagi...


In my place, in my place
Were lines that I couldn't change
I was lost, oh yeah

I was lost, I was lost
Crossed lines I shouldn't have crossed
I was lost, oh yeah

Yeah, how long must you wait for it?
Yeah, how long must you pay for it?
Yeah, how long must you wait for it, oh, for it?

I was scared, I was scared
Tired and under-prepared
But I'll wait for it

If you go, if you go
Leave me down here on my own
Then I'll wait for you, yeah.

Yeah, how long must you wait for it?
Yeah, how long must you pay for it?
Yeah, how long must you wait for it, oh, for it?

Singing
Please, please, please
Come back and sing to me
To me, to me

Come on and sing it out, now, now
Come on and sing it out to me, me
Come back and sing it

In my place, in my place
Were lines that I couldn't change
And I was lost, oh yeah
Oh yeah

http://www.azlyrics.com/lyrics/coldplay/inmyplace.html