"Kau udah janji kan, kita akan bersama selamanya" katanya terisak-isak sambil menahan tanganku, saat aku hendak pergi meninggalkannya.
"Aku mengalah kali ini demi kita berdua"
"Aku tak mau seperti yang kemaren-kemaren lagi, capek rasanya"
Saat ini aku tak tahu mau berkata apa. Aku terhenti di dekat pintu keluar kamarnya. Yang kurasakan, dia memegang tangan ku, keras rasanya. Sulit jika ingin dilepaskan, namun aku tak mau melakukan itu. Aku masih berfikir.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Tunggu Novelnya. haha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar