Sabtu, 23 Juli 2016

Sore menuju senja

"Tam..."
"Oper Tam..."
"Oper Tam..."
"Oper Tam.." teriak nya keras.
"Goll.." suara riuh terdengar dari pinggiran lapangan.
Jantungku bedegup kencang tak karuan. Seluruh tubuhku basah kuyup. Badanku terasa letih. Aku terjatuh dan terkapar. Dengan beralaskan rumput hijau yang aku mencoba memandang ke arah langit biru dan berusaha mengumpulkan energi yang terbuang dengan tarikan nafas panjangku. 
"Hari ini bakalan menarik"pikirku sejenak. Segera temanku satu persatu menghampiriku dengan aroma yang berbeda-beda memelukku dan berusaha menimpaku. Aku tahu mereka sedang senang-senangnya. Mereka satu persatu mengelus kepalaku dan berusaha membangkitkan aku.
"Ayo kita selesaikan pertandingan ini" seru salah seorang.
Aku berjalan kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan. Sambil melihat ke arah pinggir lapangan,aku berusaha melambai sebagai tanda terima kasihku atas sorakan mereka. Seluruh penonton menatapku  dan memberikan semangat seakaan dan aku berada dipihak mereka.
"Kamu hebat Tam..." katanya padaku.
"Makasih Dy" jawabku.
"Sebentar lagi selesai kok, semangat truss" lanjutnya.
"Siap" jawabku kuat.

Aku mengambil posisi ku kembali. Kutarik kaos kakiku yang melorot dan mehapus keringat diwajahku. "Mudah - mudahan menang" kataku dalam hati. Sebisa mungkin aku harus memberikan yang terbaik,tekadku.
"Prittt...Pritt"
Pluit panjang dibunyikan. Itu pertanda bahwa pertandingan selesai. Satu persatu pemain lawan menghampiriku memeluk sambil memberikan salam. Aku membalas pelukan mereka. Bagiku mereka hanya lawan di 90 menit, selebihnya mereka adalah teman sekaligus guru dalam hidupku.
Aku berusaha hangat kepada pemain lawanku. Aku membuka bajuku sambil berjalan ke arah tribun  dengan tiba tiba seorang pemain lawan menghampiriku untuk menyalamku.
"Kalian hebat yah" Katanya padaku.
"Ah biasa saja, sedikit beruntung saja" balasku.
"Oh ya, aku Koko. Aku anak ex- SMA 4. Kita satu tingkat" katanya sambil menjulurkan tangannya kepadaku.
"Tama, anak ex- SMA 2" jawabku.
"Lanjut kemana" kataku sambil bejalan pelan.
"Gak tau bro, liat entar aja,masih bingung" katanya.
"Kamu gimana?"
"Aku juga masih bingung, ini masih memilih mana yang pas buat aku"
"Gitu ya?"
"Yaudah, aku kumpul dulu,si pelatih udah manggil. Aku boleh minta nomer HP-mu  yah,nanti aku temui." lanjutnya.
"OK. Siap" kataku mengakhiri.
"Wow, tambah satu" pikirku. Lumanyan, dengan kegiatan ini aku menambahkan hubungan dengan manusia satu persatu. Sedikit demi sedikit,lanjutku.
Aku berlari kecil kearah kerumunan pemain kami. Sepertinya pak pelatih sedang memberikan pujian dan kata kata semangat atas hasil pertandingan hari ini. Raut wajahnya jelas sekali, tidak berkerut walaupun sudah tua. Mungkin dia sedang diawan-awan atas kemenangan team kami ini. Dia menyampaikan kata-kata dengan kegirangan dan kebanyakan tersenyum. Apa yang terjadi? Kemungkinan dia menang judi dengan pelatih lawan kami. Sehingga dia berencana untuk mengtraktir makan malam seluruh pemain hari ini.  Aku tak tahu.
Langit waktu itu menguning, meninggalkan sore menciptakan senja untuk malam hari. Diiringi suara adzan magrib aku bergegas membereskan pakaianku ke dalam tasku.Aku tak mau pulang dengan suasana malam hari .Bagiku hari ini berlalu begitu cepat dengan adanya kegiatan ini. Sebisa mungkin aku harus mengisi kekosonganku dengan hal-hal baik. Menjadikan hari-hari penuh dengan harapan dan manambahkan hubungan-hubungan baru bagi yang lainnya,walaupun sedikit demi sedikit.
"Tam..."
"Tam..."
"Tam..." teriak seseorang.
Aku berusaha mencari dan mengenali suara itu. Suaranya melengking namun kecil. Yang pasti suara laki-laki remaja.
"Ini dibelakang" jelasnya.
Aku menoleh. Rupanya suara itu berasal dari arah parkiran. Dia berdiri di dekat mobil BMW-nya sambil memegang bingkisan hitam.
"Sini" sambil menghampiriku.
"Ya" kataku sambil jalan mendatanginya.
"Gimana,udah meetingnya?"
"Udah.Kenapa emang?"
"Enggak. Cuman nanya aja. Bagi nomor HP-mu lah!"
"Oh ya. Sini aku ketikin" Kataku sambil meminta hpnya.
"Kapan-kapan kita sparing futsal aja lah yah,biar agar minim gitu orangnya" ajaknya.
"Boleh, atur aja" jawabku sambil memberikan hpnya.
"Aku pulang duluan ya,takut kemalaman. Oh,ya ini ada bingkisan untuk kamu" katanya sambil menorehkan bingkisan.
"Wah,gak usah repot-repot. Tapi gak papa lah. Makasih ya"
"Sama-sama"
"Ya udah duluan yah" lanjutnya sambil meninggalkanku.
"OK. Hati-hati ko" jawabku sambil melambaikan tangan ke arahnya.
"Waah, baru aja teman udah kasih bingkisan aja. Lumayanlah" kataku dalam hati sambil mengorek isi bingkisan itu. Hitam, halus,lembut,lengan panjang,dengan tulisan Football for Fun di dadanya. Iya. Kaos panjang yang berukuran L. "Pas banget. Keren lagi" kataku sambil mencoba kaos yang dia beri.
"Teeettt" bunyi klakson motor,kuat, menghampiriku.
"Dari mana aja loe?"
"Dari tadi dicari-cari,rupanya disini lagi ganti baju,kok gak dari tadi"
"Ayok.. ikut gak?" teriak Dody
"Sabar dong, ini lagi nyoba baju nih, hadiah dari teman ane" balasku padanya
"Ya udah entar aja, ntar gelap nyet.." jawabnya sambil nyolot.
"OK. ok"
"Ayo bro" kataku padanya sambil menaiki motor matic-nya itu.
Dengan sekejap dia menaikkan gas-nya mencoba melewati setiap lampu malam. Badannya yang kekar membuat tubuhku terlindung dari angin malam. Enak sekali, pikirku. Iya. Dody namanya. Dia sahabatku. Kami sudah lama berteman. Bisa dibilang dari Sekolah Dasar. Kami selalu bersama-sama kalau mengisi hari-hari. Kemana pun itu. Dia anaknya easy going. Orangnya juga humoris dan yang terutama dia enggak pelit. Pernah dulu waktu Sekolah Menengah Pertama, dia mendapat hadiah baju dan uang dari keluarganya yang dari luar kota sewaktu liburan di kampung kami. Dan besoknya dia memberi satu bajunya kepadaku,serta mentraktir makan dan minum sampai sepuasnya. Dia juga sering memberi sedekah kepada pengemis. Hebat banget. Itu kenapa aku suka berteman dia.
"Kamu,liat Dena gak tadi di Tribun penonton?" tanyanya padaku sambil teriak.
"Enggak, emang tadi dia datang?" tanyaku lagi.
"Datang. Tapi langsung pulang"
"Kayanya dia datang cuman menonton kamu doang tuh" lanjutnya 
"Masa?"
"Iya. Seriusan,tanya aja dia ntar" katanya.
Gadis itu. Relanya dia menghabiskan waktunya hanya untuk menonton kegiatan yang mungkin belum dia tahu dengan pastinya. Beribu pertanyaan muncul dikepalaku tentang maksud kedatangannya, walaupun aku tak tahu persis dimana dia duduk tadinya. Seandainya, dia memberi tahu kalau dia akan hadir. Akan ku temui dia sambil basa-basi walaupun sebentar. Aneh. Tak terkatakan. Mungkin itu yang ada dipikiranku maksud kedatangannya hari ini. Atau mungkin karena dia malu,sehingga dia diam-diam saja menontonku dari jauh. Perempuan yang aneh..
"Woi... loe dengar gak gue ngomong" teriaknya keras.
"Apa? kau ngomong apa?"
"Yaelah, dari tadi panjang-lebar rupanya gak didengar juga toh"katanya melemas.
"Yaudah buruan aja gih,biar cepat nyampe" kataku mengakhiri percakapanku dengan Dody.
***
"Hey.." [Sent: Dena Di ]
Aku mencoba membuka percakapan dengan text melalui HP bututku. Mencoba mencari tahu maksut kedatangannya tadi. Jantungku terasa deg-degan. "Dibalas gak yah". "Kok lama banget sih"."Atau jangan-jangan udah tidur",kata-kata itu memenuhi  isi kepalaku.Gak mungkin,cepat banget. Ini masih sekitaran jam 19.00 pikirku.
Waktu terasa lama bagiku menunggu kedatangan sms-nya. Menimbulkan berbagai macam pertanyaan di kepalaku. Seakan menunggu jawaban atas semuanya. Menit jam pun terasa lama berganti kala aku menunggu dan terus menatap layar kaca hp bututku. 
Dena. Dena. Siapakah dirimu sehingga kau bisa membuatku tak karuan hanya karna kedatanganmu sore tadi,tanya ku dalam hati,menambah beban di kepalaku.
Bersambung... :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar